awal » Berita » Bid_Pemerintahan » Pengarahan dan Input Renja 2017 dalam Simbangda

Pengarahan dan Input Renja 2017 dalam Simbangda

Rabu, 18.05.2016 - 09:06:50 WIB
Pengarahan dan Input Renja 2017 dalam Simbangda

Rencana Kerja (Renja) merupakan dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan dalam anggaran yang menjadi dasar dalam penetapan Rencana Kerja Anggaran (RKA). Penyusunan Rencana Kerja, merupakan bentuk pelaksanaan Undang-undang No.25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Undang-Undang ini secara substansi mengamanatkan penyusunan Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja SKPD) untuk periode tahunan dan juga sebagai dasar penyusunan Rencana Kerja Anggaran SKPD, serta untuk mendukung suksesnya pencapaian sasaran pembangunan daerah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Madiun.

Bappeda sebagai leading sector perencanaan pembangunan mengadakan pengarahan serta pendampingan dalam kegiatan input Renja 2017 pada aplikasi Simbangda pada Selasa, 17 Mei 2016 di Ruang Rapat Bappeda mulai pukul 08:30 WIB. Seperti diketahui, saat ini Kabupaten Madiun telah memiliki beberapa aplikasi yang terhimpun dalam Simbangda (Sistem Informasi Pembangunan Daerah). Beberapa aplikasi tersebut antara lain Musrenbang Pendapatan, Musrenbang,Sippas,IKU, Jasmas,TUSI, Simpeg, e-monev, Renstra, SIAK, RKPD, SAKIP.

Renja sendiri masuk dalam aplikasi RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah). Dalam arahan Kepala Bidang Pemerintahan Umum dan Aparatur, Ir Siswi Wahyuningrum H,MSi, kepada para pejabat/staf yang menangani program dan Pelaporan seluruh SKPD di lingkup Pemerintahan Kabupaten Madiun yang mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa dalam meng-input renja perlu diperhatikan beberapa hal. Antara lain : Pagu Anggaran yang diinput tidak lebih besar dari Renja 2016, paling tidak maksimal 10% dari Renja 2016; Program dan Kegiatan tidak keluar dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

"Program dan Kegiatan yang diinput adalah hasil diverifikasi; Program dan kegiatan harus memperhatikan usulan musrenbang, Jasmas dan Renja; serta mengutamakan program prioritas," pungkasnya.(by PDE)